Text
EBOOK - PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN : BUKU AJAR PEMBELAJARAN MKWK PADA KURIKULUM PENDIDIKAN TINGGI
SAMBUTAN
DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI, RISET, DAN TEKNOLOGI
Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, dalam Pasal 35 ayat 3
mengamanatkan setiap perguruan tinggi wajib menyelenggarakan mata kuliah Agama, Pancasila,
Kewarganegaraan, dan Bahasa Indonesia. Keempat mata kuliah tersebut dilaksanakan secara
mandiri, bersifat saling menunjang dan mendukung, serta mengandung muatan yang aktual dan
kontekstual untuk membentuk watak dan keadaban mahasiswa yang bermartabat.
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan salah satu dari empat mata kuliah wajib nasional, yang
menjadi wahana penting dalam membangun semangat kebangsaan dan cinta tanah air mahasiswa
sebagai warga muda. Melalui mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep
dan pentingnya identitas, integrasi, konstitusi, kewarganegaraan, demokrasi, hukum, wawasan
nusantara, dan ketahanan nasional Indonesia.
Dengan adanya buku ajar ini, diharapkan proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
di seluruh perguruan tinggi dapat lebih terarah dan efektif melalui berbagai pendekatan dan
model pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Semoga buku ajar ini tidak hanya
menjadi panduan akademis, namun juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa untuk
menginternalisasi nilai- nilai kebangsaan dan cinta tanah air, menjadikan diri mereka agen
perubahan yang membawa dampak positif bagi kemajuan bangsa dan negara.
Buku ajar Pendidikan Kewarganegaraan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaboratif antar
berbagai pihak, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya atas dedikasi dan komitmen
yang telah diberikan dalam proses penyusunan buku ajar ini.
Pada kesempatan ini saya mengajak seluruh pihak terkait untuk meningkatkan semangat kolaborasi
dan sinergi dalam menjalankan pembangunan pendidikan di tanah air, serta menjaga kualitas
pembelajaran dan memaksimalkan penggunaan buku ajar ini. Semoga buku ajar ini menjadi
bagian upaya menciptakan Profil Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman,
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebhinekaan
global.
Jakarta, September 2024
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi
Abdul Haris
Tidak tersedia versi lain